Langsung ke konten utama

Senja & Jenggalamu




Dalam putaran jarum jam yang tak tentu

Malam-malam terasa semakin panjang

Ada dorongan ingin melihat lebih dekat

Menengok jauh ke dalam  gelap jenggalamu


Dalam putaran jarum jam yang tak tentu

Namamu menghantui menjadikan penuh dinding-dinding talamus

Siap aku berkelana menelusuri kanopi hutan-hutanmu

Tapi pun jua musthail mengelak ada sudut sisa keraguan


Dalam detik detak jarum yang tak berhenti 

Duduk dari tepian ini seraya menatap senjamu yang begitu indah

Mungkin aku tunggu saja setiap sorenya tiba

Kemudian berbisik pada lembayung yang jauh

"Bolehkah ku telusuri gelap jenggalamu?"


aem, 23/01/2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlahan dan Puisi Lainnya

https://id.pinterest.com/pin/339951471885217465/ 1. perlahan ia pudar perlahan ia hambar perlahan ia jauh perlahan ia asing perlahan ia layu perlahan ia tumbang perlahan ia surut perlahan ia padam perlahan ia sepi  -lagi seperti sedia kala tanpa dan tiada hanya ada tanya tentang mengapa dan- apakah semua akan berujung sia-sia semata / https://id.pinterest.com/pin/1337074885052673/ 2. jarak yang diberikan oleh waktu meninggalkan tanya dalam kepalaku -bagaimana ? apakah ? oh, entahlah jarak di antara waktu, saat kau menghampiri lalu pergi aku hanya berdiam diri memastikan mentari masih bersinar walau kulitku tak merasa hangatnya dingin dan dingin dari malam semalam / https://id.pinterest.com/pin/844213892663524128/ 3. Jika Aan Mansyur berujar, puisi adalah museum yang lengang maka hari-hariku telah berubah menjadi puisi Namun sepanjang lengang hari ku, kau akan tetap kunanti,  -sebab Jika Sapardi bertanya, "tapi, yang fana adalah waktu bukan?" ku harap dapat menjawabnya dengan ...

dua minggu pertama

            Sudah 2022, tandanya satu tahun yang lalu resolusi untuk lebih konsisten menulis di sini lagi-lagi tidak berjalan. Banyak hal yang dilalui selama 2021, banyak cerita, naik turunnya, bahagia dan sedihnya. Banyak pelajaran tentang makna baru kehidupan yang didapat, tapi untuk membagikannya dalam bentuk tulisan di sini sangat susah sekali rasanya. Kenapa? entahlah, berat saja.      Dan karena itu, 2022 ini tidak ada terlalu banyak janji atau resolusi, satu-satunya ambisi adalah bisa lulus tepat waktu, wisuda di bulan Agustus, yang berarti 7 bulan lagi. Lalu selebihnya hanya ingin membiarkan jiwa dan raga ini benar-benar bergerak saja, tanpa janji, tanpa resolusi basi yang akhirnya hanya diingkari.     By the way, hari ini 2022 sudah dua minggu berlalu. Sudah ada air mata yang jatuh, sudah ada tawa yang lepas, sudah ada pusing, kesal, dan bahagia yang dirasa. Tidak aneh sama sekali, karena ya begitulah kehidupan, begitu...

Jurusan Kesehatan Lingkungan