Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Sebelas-Sebelas

selembar foto menjelma lorong waktu membawaku menerawang dua puluh empat tahun lalu membayangkan ada hati seorang gadis yang mekar bahagia dan seorang pemuda yang mengemban gemuruh di dada oh, entah hujan atau cerah hari itu aku tak tahu sebab di antara keduanya tetap mewakilkan perasaan satu dan lain cerah sumringah dan mendung haru dan setelah itu panjang usianya diikat janji yang terjalin dua dekade lebih berlalu sudah ombak telah singgah badai pun pernah menyapa tapi kuat janji itu benar adanya dan kini hingga sepanjang masa yang menjadi amin di setiap sujud keduanya supaya cinta jadi muara paling kekal hingga habis usia Teruntuk Mama dan Ayah, kasih dan cinta terhebat yang pernah kumiliki, semoga hangat selalu tawa dan ruang makan kita hingga nantiđź’“   aem/ 11 November 2022  

Postingan Terbaru

Sederhana

Kemungkinan yang Masih Ada

Merindu Rumah

Gisa et Les Trous Gris. Gisa dan Lubang Abu-abu

Biji Kesedihan, dan puisi lainnya

Tidak Ada Hujan Bulan Juni

#1 Tuhan, aku tahu . . .

setangkai rumput ilalang

Hobi Kok Jalan Kaki?!

Dia dan Rahasia-rahasia . Sebuah Kumpulan Puisi