Langsung ke konten utama

#1 Tuhan, aku tahu . . .

Tuhan, aku tahu . . .

Aku sedang jadi hamba mu yang menyebalkan

Sama seperti teman-teman ku yang datang menghubungi hanya ketika lupa mengerjakan tugas sedangkan waktu tenggatnya adalah besok, yang tiba-tiba bertanya bagaimana cara mengerjakannya, bagaimana maksud soalnya, dan yang paling menyebalkan adalah yang tanpa malu berkata "boleh lihat contohnya?". Menyebalkan tentu, dan aku tahu saat ini mungkin aku sama menyebalkannya di hadapanmu.

 Di malam hari menuju pagi, kantuk mengalahkan panggilan kasih sayang mu, dengan alasan letih, aku tetap pulas hingga matahari tinggi. Saat terbangun yang ku periksa pertama justru gawai di sebelah kasur, Padahal harusnya hati ku sendiri yang ku periksa. Mengapa dia, ada apa dengannya? 

Distraksi ini tak bisa aku salahkan terus menerus, Karena aku tahu yang menyebalkan itu aku.

Di malam itu aku menangis sesegukan sambil membacakan daftar permintaan, dan Engkau Yang Maha Baik dari segala kebaikan dengan cepat menghadirkan semua permintan ku. Tapi Tuhan, aku sedang jadi hamba yang menyebalkan. Semingu berlalu, aku seperti pikun dengan tangis ku malam itu. Kantuk dan letih kembali jadi alibi, dan  semua distraksi yang sebenarnya aku ciptakan sendiri jadi tameng agar kau kembali memaafkan ku karena  aku lah hamba mu yang menyebalkan itu. 

Tuhan, aku tahu kau tak kan pernah bosan mengampuni dan menyanyangi ku, tapi dalam lamunan ku di siang hari, aku meratapi betapa bosannya menjadi hamba mu yang menyebalkan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlahan dan Puisi Lainnya

https://id.pinterest.com/pin/339951471885217465/ 1. perlahan ia pudar perlahan ia hambar perlahan ia jauh perlahan ia asing perlahan ia layu perlahan ia tumbang perlahan ia surut perlahan ia padam perlahan ia sepi  -lagi seperti sedia kala tanpa dan tiada hanya ada tanya tentang mengapa dan- apakah semua akan berujung sia-sia semata / https://id.pinterest.com/pin/1337074885052673/ 2. jarak yang diberikan oleh waktu meninggalkan tanya dalam kepalaku -bagaimana ? apakah ? oh, entahlah jarak di antara waktu, saat kau menghampiri lalu pergi aku hanya berdiam diri memastikan mentari masih bersinar walau kulitku tak merasa hangatnya dingin dan dingin dari malam semalam / https://id.pinterest.com/pin/844213892663524128/ 3. Jika Aan Mansyur berujar, puisi adalah museum yang lengang maka hari-hariku telah berubah menjadi puisi Namun sepanjang lengang hari ku, kau akan tetap kunanti,  -sebab Jika Sapardi bertanya, "tapi, yang fana adalah waktu bukan?" ku harap dapat menjawabnya dengan ...

Mencatat 2022 : Hal-Hal Baik dan Keajaiban yang Datang

Prolog :   Setiap jam, hari, minggu, bulan, dan tahun pasti akan memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang, pun makna di tiap tahun yang berganti juga akan berbeda bagi satu orang, tidak terkecuali denganku. Jika kalian sudah sempat berkunjung dan membaca tulisan ku di awal tahun 2022 yang lalu tentang apa yang aku lewati di tahun 2021 , maka kalian sudah tahu bahwa tahun tahun tersebut menjadi tahun yang cukup kelabu dan berat untuk ku, namun karena hidup adalah kekuasaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, maka tahun 2022 memiliki makna yang berbeda dari tahun sebelumnya untuk diriku. Di tahun ini (2022), entah bagaimana banyak sekali keajaiban yang datang, yang terkadang aku pikir mustahil atau hanya mimpi dan angan-angan atau bahkan sekedar omong kosong belaka, tapi nyatanya atas kemurahan hati Sang Maha Penyayang, beberapa mimpi dan angan itu ternyata tidak mustahil untuk menjadi nyata dan menjadi moment-moment yang tak akan aku lupakan, dan sebab itu pula lah, tulisan ini hadir a...

Biji Kesedihan, dan puisi lainnya

Sumber gambar :  Pinterest  Biji Kesedihan Kita lempar biji kesedihan ke dalam jurang Mendoakannya tumbuh menjadi pohon ketegaran          Berharap alam merawatnya dengan sukarela          Berharap waktu menjelma hara          Berharap musim menjelma air          Dan matahari sebagaimana dia menyinari Tumbuhlah biji-biji duka dan luka, berubahlah  jadi pohon cinta dan kekuatan Sampai akhirnya takdir, mengumpulkan kita di taman tuk memanen buah kerinduan   Kecil Mengapa memilih menjadi besar Jikalau hanya untuk melihat yang lain sebagai kecil Maka biarlah ku tetap menjadi kecil Agar dapat memandang dunia dengan kagum yang besar Negeri Kaya SDM (Sumber Daya Materi Stand Up Comedy) Walau ada yang diam-diam merenggut /  mencari celah-celah ribut di antara buih yang sibuk - sibuk memikirkan yang naik, naik, dan naik //  Ah, bilang saja "ini semua adalah jalan...